BERITASIBER.COM | LAMONGAN – Pemerintah semakin serius memperkuat dukungan terhadap kelompok lanjut usia (lansia) di Indonesia. Hal ini ditandai dengan peluncuran Program Nasional Sidaya (Lansia Berdaya) oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji, di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan, Kamis (4/12/2025).
Peluncuran program ini menjadi tonggak penting dalam strategi pemerintah menghadapi perubahan struktur penduduk, di mana 12 persen dari 286 juta penduduk Indonesia kini masuk kategori lansia.
Dengan meningkatnya populasi lansia, pemerintah menilai kehadiran program khusus tidak bisa ditunda agar mereka tetap terlindungi, produktif, dan mandiri.
“Dari 286 juta penduduk, 12 persen adalah lansia. Negara harus hadir. Pemerintah wajib menyediakan ruang dan program yang membuat mereka tetap aktif dan berdaya,” tegas Wihaji.
Program Sidaya dirancang sebagai gerakan nasional untuk meningkatkan kualitas hidup lansia melalui berbagai aktivitas positif. Beberapa kegiatan unggulan dalam Sidaya meliputi sekolah lansia, lansia entrepreneur atau pelatihan kewirausahaan, kegiatan sosial dan komunitas untuk meningkatkan interaksi, penyediaan kartu lansia sebagai identitas dan fasilitas layanan.
Menurut Wihaji, banyak lansia mengalami masalah psikologis, terutama rasa kesepian setelah tidak lagi beraktivitas rutin. Karena itu, Sidaya disusun untuk menyediakan ruang interaksi sosial dan kegiatan yang bermakna.
“Rata-rata lansia menghadapi kesepian. Jawabannya harus ada kegiatan. Sekolah lansia menjadi ruang bagi mereka untuk berkumpul, bernyanyi, beraktivitas, dan saling menguatkan. Yang penting positif dan tidak mengganggu,” jelasnya.
Dalam rangkaian peluncuran Sidaya, digelar pula wisuda Sekolah Lansia Standar Tiga (S3) dengan peserta dari berbagai provinsi dan kabupaten. Sekolah lansia memiliki jenjang pembinaan mulai dari S1, S2 hingga S3, yang diperuntukkan bagi masyarakat berusia 60 tahun ke atas.





