Wisuda ini menjadi simbol bahwa lansia tidak hanya menjadi objek penerima bantuan pemerintah, melainkan juga subjek pembangunan keluarga dan masyarakat.
Peluncuran Sidaya tingkat nasional dipusatkan di Lamongan sebagai bentuk apresiasi terhadap dukungan kuat Pemerintah Kabupaten Lamongan, DPRD, instansi dan komunitas terkait, hingga sektor swasta yang turut mendorong pembinaan lansia.
Wihaji menyampaikan ucapan terima kasih dan menyebut kolaborasi di Lamongan sebagai contoh baik untuk daerah lain.
“Lamongan menjadi pusat launching nasional hari ini. Terima kasih kepada Pak Bupati, Ibu, DPR, dan dukungan korporasi. Ini menjadi semangat baru untuk 12 persen aging population kita agar tetap aktif dan pemerintah terus hadir,” ujarnya.
Peluncuran Sidaya menegaskan komitmen pemerintah bahwa kebijakan pembangunan keluarga tidak berhenti pada generasi muda, calon pengantin, atau pasangan subur, tetapi berlangsung dari pra-kelahiran hingga lansia.
Program ini diharapkan menjadi gerakan nasional yang meningkatkan kesehatan fisik lansia, kemandirian ekonomi, produktivitas, kebahagiaan dan kesejahteraan sosial.
Sidaya juga menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa kelompok lansia mendapatkan perhatian dan layanan yang memadai di tengah perubahan struktur demografi Indonesia.(Bs).





