BERITASIBER.COM – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat merespons gejolak harga telur ayam ras yang dalam beberapa waktu terakhir berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) pemerintah. Sejumlah kebijakan strategis disiapkan guna menjaga keberlangsungan usaha peternak ayam petelur, sekaligus memastikan stabilitas pasokan pangan nasional tetap terjaga.
Langkah tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melalui rapat koordinasi bersama Badan Pangan Nasional, Perum Bulog, Satgas Pangan Polri, industri pakan, koperasi peternak, serta pelaku usaha sektor perunggasan. Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan penting yang diharapkan mampu memperbaiki kondisi pasar telur sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam melihat peternak terus mengalami tekanan akibat rendahnya harga jual telur. Menurutnya, peternak merupakan bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional sehingga harus mendapat perlindungan melalui kebijakan yang berpihak kepada usaha rakyat.
Salah satu keputusan utama yang dihasilkan adalah menahan rencana kenaikan harga pakan dan konsentrat. Kebijakan ini dinilai sangat penting mengingat biaya pakan menyumbang sebagian besar biaya produksi usaha peternakan ayam petelur. Dengan harga pakan yang tetap stabil, diharapkan beban operasional peternak dapat ditekan sehingga usaha mereka tetap berjalan secara berkelanjutan.
Selain menjaga biaya produksi, pemerintah juga memperkuat sisi permintaan melalui peningkatan penyerapan telur dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kementerian Pertanian akan berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah mengutamakan pembelian telur dari peternak lokal sesuai Harga Acuan Pembelian yang telah ditetapkan pemerintah.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu menciptakan pasar yang lebih stabil sekaligus memberikan kepastian bagi peternak dalam memasarkan hasil produksinya. Dengan meningkatnya permintaan melalui program pemerintah, harga telur di tingkat peternak diproyeksikan kembali berada pada level yang menguntungkan.
Tidak hanya itu, pemerintah juga mempercepat distribusi jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Jagung merupakan bahan baku utama pakan ternak sehingga ketersediaannya dengan harga terjangkau menjadi faktor penting dalam menjaga efisiensi biaya produksi peternak ayam petelur.
Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Kendal, Suwardi, menyampaikan apresiasi atas langkah cepat pemerintah. Menurutnya, keputusan menahan kenaikan harga pakan dan memperkuat penyerapan telur menjadi kabar baik yang telah lama dinantikan para peternak.





