Mensos Saifullah Yusuf menegaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga memperbaiki kualitas gizi masyarakat, terutama anak-anak dan ibu hamil.
“Kami ingin bantuan sosial tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif dan berkelanjutan. Melalui budidaya ayam petelur, KPM diharapkan bisa mandiri, meningkatkan penghasilan, serta mencukupi kebutuhan protein keluarga,” ujar Gus Ipul.
Setiap keluarga penerima bantuan diproyeksikan mampu menghasilkan rata-rata 1,5 kilogram telur per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 1 kilogram dapat dijual melalui Koperasi Desa Merah Putih, sementara sisanya 0,5 kilogram dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga.
Skema pemasaran melalui koperasi desa diharapkan dapat menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang sehat, meningkatkan nilai tambah produk, serta memperkuat posisi tawar peternak kecil. Selain itu, koperasi juga akan berperan dalam penyediaan pakan, pendampingan teknis, hingga pemasaran hasil produksi.
Pemerintah berharap program pemberdayaan ini dapat menjadi model nasional dalam pengentasan kemiskinan berbasis potensi lokal, sekaligus mempercepat terwujudnya masyarakat yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing.






