Jika dipikir secara logika, bagaimana caranya menghidupi 200 anak dan orang tua didik tadi, beliau berkata bahwa ini tidak masuk akal. Beliau harus mengeluarkan biaya paling tidak 150 -200 juta sebulan. Biaya yang tidak bisa dikatakan sedikit. Untuk mendapatkan biaya sebesar itu beliau tidak meminta kesana kemari.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Beliau menjadi pelopor berdirinya pesantren pengusaha. Beberapa usaha yang dirintis diantaranya travel haji dan umrah, katering, bakpia dan juga produsen serta distributor air mineral. Semua usahanya tersebut beliau dedikasikan untuk pondoknya.

Hal inilah yang menjadikan Yayasan Pondok Pesantren Modern Yatim dan Dhuafa Madania menjadi percontohan yang mampu memberikan inspirasi bagi yayasan serupa di seluruh Indonesia.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ustadz Suyanta sebagai pendiri dan pengelola Yayasan ini merupakan tokoh yang memberikan inspirasi bagi kita semua. Beliau selalu menekankan bagaimana mewujudkan ibadah ritual menjadi perilaku sosial.

Dan inilah bukti nyata yang beliau wujudkan dengan peduli terhadap sesama. Bagaimana dengan kita? Tinggal kita pilih mana potensi yang bisa kita wujudkan dalam perilaku sosial kita, sehingga kita termasuk sebaik-baiknya manusia. Yaitu Manusia yang bermanfaat bagi manusia yang lainnya. Wallahu’alam. (TIM)

>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.com

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2