Senada dengan hal tersebut, Kangmas Samudjo dari Timika menambahkan dimensi filosofis dari kegiatan ini. Ia menjelaskan bahwa ayam jago merefleksikan sosok yang siap berjuang dan bertarung dalam menghadapi tantangan hidup, namun tetap memiliki kerendahan hati untuk tunduk serta berserah diri kepada Allah SWT. Filosofi ini adalah refleksi dari jiwa ksatria yang dicita-citakan oleh para sesepuh SH Terate.
“Harus dipahami bahwa Tes Jago bukan sekadar ritual seremonial. Ini adalah warisan budaya dan nilai-nilai luhur yang harus terus dijaga relevansinya di tengah tantangan zaman modern yang semakin dinamis,” ujar Samudjo.
Ia menambahkan, tatapan tajam seekor ayam jago adalah simbol ketegasan kepribadian yang diharapkan ada pada setiap calon warga. Melalui prosesi ini, para calon warga diajak untuk lebih memahami batasan antara benar dan salah, serta menyadari bahwa pencapaian prestasi maupun pengesahan sebagai warga PSHT bukanlah hal yang didapat secara instan. Segalanya memerlukan proses panjang, dedikasi, serta penghormatan terhadap ajaran yang diajarkan.
Dengan diselenggarakannya Tes Jago ini, PSHT Cabang Merauke berharap dapat terus memberikan kontribusi positif bagi pembentukan karakter pemuda di Merauke. Diharapkan, setelah melalui tahap ini, para calon warga tidak hanya mahir dalam olah fisik bela diri, tetapi juga menjadi manusia berbudi pekerti luhur yang berani, berilmu, dan memiliki tanggung jawab sosial yang tinggi terhadap lingkungan di sekitarnya.
Kegiatan yang berjalan tertib dan khidmat ini menjadi bukti nyata bahwa PSHT tetap konsisten dalam melestarikan tradisi yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga memperkuat akar spiritualitas anggotanya.





