Selain itu, BSI juga meluncurkan layanan terbaru yang mengajak nasabah untuk berkontribusi bagi umat melalui program qurban dan wakaf produktif, hasil kerja sama antara BSI dan BSI Maslahat.

Dengan berbagai keunggulan layanan tersebut, Anton optimis bahwa pertumbuhan BSI Griya tidak hanya akan terkatrol oleh pasar potensial generasi Z dan milenial, tetapi juga seluruh segmen masyarakat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Kami optimis tahun ini pembiayaan griya BSI akan tetap tumbuh seiring dengan kebutuhan rumah bagi masyarakat di semua segmen, baik untuk pembiayaan griya komersial maupun KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP),” ujarnya.

Pertumbuhan ini sejalan dengan program Asta Cita Pemerintah untuk pemenuhan rumah bagi masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Selain fokus pada pertumbuhan, BSI juga menjaga kualitas pembiayaan yang sehat, dengan angka non-performing financing (NPF) di bawah 2,2%.

Untuk memudahkan masyarakat dalam membeli rumah, BSI telah bekerja sama dengan lebih dari 2.900 proyek developer yang menyediakan KPR FLPP. Informasi terkait hal ini dapat diakses masyarakat melalui aplikasi SIKASEP.

Secara keseluruhan, pertumbuhan bisnis griya BSI pada kuartal I/2025 turut berkontribusi pada peningkatan total pembiayaan perseroan, yang tercatat sebesar Rp 287,20 triliun atau tumbuh 16,21% secara tahunan.

“Upaya BSI untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mengakses layanan ini tidak terlepas dari komitmen perseroan untuk berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan,” pungkas Anton.

Dengan langkah-langkah strategis ini, BSI berkomitmen untuk terus mendukung masyarakat dalam mewujudkan impian memiliki rumah, sekaligus berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang lebih baik di Indonesia.(*)

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2