BERITASIBER.COM | SURABAYA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda menyatakan bahwa hampir seluruh wilayah Jawa Timur saat ini telah memasuki fase puncak musim hujan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kondisi tersebut disertai dengan peningkatan signifikan potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga 30 Januari 2026.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai dampak cuaca ekstrem, mulai dari hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, angin kencang, petir, hingga potensi hujan es yang dapat menimbulkan kerusakan dan membahayakan keselamatan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, menjelaskan bahwa peningkatan aktivitas cuaca ekstrem di Jawa Timur dipengaruhi oleh kombinasi sejumlah faktor atmosfer global dan regional. Salah satunya adalah penguatan Monsun Asia yang membawa massa udara basah ke wilayah Indonesia, termasuk Jawa Timur.

“Selain Monsun Asia, terdapat pola pertemuan angin serta gangguan atmosfer seperti equatorial Rossby dan Madden Julian Oscillation (MJO) yang melintasi wilayah Jawa Timur. Kondisi ini sangat mendukung pertumbuhan awan hujan yang intens,” ujar Taufiq dalam keterangannya, Kamis (22/1/2026).

Ia menambahkan, suhu muka laut di perairan Selat Madura yang relatif hangat turut memperkuat suplai uap air ke atmosfer. Ditambah dengan kondisi atmosfer lokal yang labil, situasi tersebut semakin meningkatkan peluang terbentuknya awan konvektif yang berpotensi memicu hujan lebat disertai petir dan angin kencang.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2