Berdasarkan hasil analisis BMKG pada 19 Januari 2026 pukul 12.00 WIB, kecepatan angin di sejumlah wilayah Jawa Timur tercatat mencapai 32 knot dengan arah dominan dari barat. Kecepatan angin tersebut berpotensi menimbulkan dampak seperti kerusakan bangunan ringan, atap rumah terangkat, hingga tumbangnya pohon.
BMKG secara khusus mengingatkan masyarakat yang tinggal di wilayah dengan topografi curam, perbukitan, pegunungan, dan daerah aliran sungai untuk lebih waspada. Risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, serta penurunan jarak pandang akibat hujan lebat perlu diantisipasi sejak dini.
Sejumlah daerah di Jawa Timur masuk dalam kategori waspada cuaca ekstrem selama periode 21–30 Januari 2026. Wilayah tersebut meliputi Banyuwangi, Bondowoso, Jember, Situbondo, Lumajang, Malang, Kota Malang, Kota Batu, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Pacitan, Ponorogo, Kediri, Kota Kediri, Nganjuk, Jombang, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, Sidoarjo, Mojokerto, Kota Mojokerto, Pasuruan, Kota Pasuruan, Probolinggo, Kota Probolinggo, Madiun, Kota Madiun, Ngawi, Magetan, hingga Kota Surabaya.
BMKG Juanda menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat serta pemerintah daerah dalam menghadapi puncak musim hujan ini. Warga diimbau untuk menghindari aktivitas di luar ruangan saat cuaca buruk, memangkas pohon rawan tumbang, serta memastikan saluran air di lingkungan sekitar tetap lancar.
“Masyarakat kami minta rutin memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG agar dapat mengambil langkah antisipatif,” pungkas Taufiq.





