Untuk memastikan implementasi berjalan optimal, Kemenkop juga menugaskan Business Assistant dan Project Manager Officer (PMO) yang masing-masing akan membina 10 Kopdes per wilayah. Mereka bertugas mengawal persiapan hingga tahap operasional agar koperasi desa ini bisa berjalan efektif dan berkelanjutan.
Ferry optimistis bahwa dengan kolaborasi lintas kementerian, target besar ini dapat terealisasi lebih cepat.
“Dengan dukungan penuh Menko Pangan dan kementerian lain, insya Allah yang dulu tampak berat akan jadi lebih mudah,” ujarnya.
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa program Koperasi Desa Merah Putih merupakan bagian penting dari strategi nasional untuk membangun ekonomi kerakyatan dan memperkuat kedaulatan pangan.
Dalam evaluasi kinerja Kemenko Pangan 2025, Zulkifli menyebut program ini sebagai implementasi nyata ekonomi Pancasila, di mana semangat gotong royong, kebersamaan, dan kesetaraan menjadi landasan utama.
“Kita ingin kembalikan ekonomi Pancasila. Gotong royong, kebersamaan, dan kesetaraan. Inilah gagasan besar Presiden Prabowo melalui Koperasi Desa Merah Putih,” tegas Zulkifli.
Program Kopdes/Kel Merah Putih diharapkan menjadi penggerak ekonomi baru di tingkat desa, membuka lapangan kerja, memperkuat UMKM lokal, serta menciptakan rantai pasok pangan yang mandiri dan berdaya saing. Dengan dukungan lintas kementerian dan stakeholder, target 80.000 koperasi aktif pada Maret 2026 menjadi tonggak penting bagi perekonomian berbasis gotong royong di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.





