Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka memar bagian leher korban dan trauma. Maka untuk itu korban melaporkan ke SPKT Polres Lampung Selatan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Selanjutnya RC mengklarifikasi Berita sebelumnya disalah satu media online berjudul diduga arogan, salah satu oknum anak tertua kepala desa Tanjung Heran pukuli oknum mantan kepala Desa Tanjung Heran berkali kali hingga memar dan luka lebam.

Menurut RC, dirinya tidak merasa arogan, pasalnya dirinya tak akan ada perlawanan bila didahulukan oknum LS yang menarik hingga mencekik dirinya pada saat itu, kebetulan terjadinya pada saat banyak saksi, bahkan dirinya mengaku hanya membela diri karena ada perlakuan yang diduga kurang pantas.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Sesuai dengan laporan saya, berawal LS berteriak teriak hingga menantang saya, lalu saya mendekati LS langsung menarik baju hingga kancing terputus, selain itu Ls juga mencekik leher saya, lalu saya sontak saja membela diri, jadi kalau bahasa berkali – kali memukuli dan menganiaya dirinya LS itu tidaklah benar, justru saya awal yang dianiaya oleh LS,” ucap RC saat dikonfirmasi media ini di halaman SPKT Polres setempat.

Sementara, salah satu Kadus desa Tanjung Heran menjelaskan kronologis sebenarnya, “sebetulnya ini hanya kesalahan pahaman mas, dimana pada saat itu di acara hiburan di tempat salah satu warga kita acara pesta nikahan, kebetulan saya duduk di depan mantan Kepala Desa Itu, sebelumnya kejadian itu bahwa pihak Kepolisian juga sudah menghimbau bahwa hiburan itu ditutup hingga jam 10 malam, jadi oknum LS ini menuju kedepan panggung dan menunjuk nunjuk berkata kata nada tinggi mengeluarkan bahasa “pokoknya hiburan harus bubar” kemungkin disitulah kesalahpahaman awal ributnya terjadi,” ungkap salah satu Kadus setempat.

Sedangkan pihak Pemerintah Desa, Kepala Desa diwakili Sekertaris desa setempat mengatakan, pihaknya sudah berupaya mediasi antara dua belah pihak pada malam itu juga yang dihadiri beberapa saksi bahkan sudah di hadiri pihak Babinkamtibmas, tapi hasil mediasi kami belum menemukan titik terang,” tuturnya.(sin)

>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2