“Pemuda harus menjadi Agent of Truth agen kebenaran di tengah situasi geopolitik dunia yang tidak menentu. Manfaatkan teknologi sebagai alat untuk berkarya dan berkontribusi bagi bangsa,” tegasnya.
Dari sektor industri, Ketua APKRINDO Jawa Timur, Ferry Setiawan, mendorong anak muda untuk terus berinovasi, khususnya di industri kuliner dan F&B yang terus tumbuh di Surabaya.
“Tantangan terbesar anak muda hari ini adalah knowledge, capital, dan network. APKRINDO siap menjadi jembatan untuk memperkuat kolaborasi dan menciptakan ekosistem yang mendukung kreativitas,” ujarnya.
FGD ini juga menghadirkan Prof. Dr. Imron Mawardi, S.P., M.Si. dari Universitas Airlangga dan Plt Kepala Dinas Kominfo Surabaya, Muhamad Fikser, A.P., M.M., yang memberikan pandangan tentang peran digitalisasi dalam tata kelola kota modern.
Kegiatan berlangsung dinamis selama tiga jam, dengan berbagai ide inspiratif dari peserta. Salah satu mahasiswa bahkan menyatakan keinginannya untuk menerapkan model pembangunan Surabaya di daerah asalnya di Sumatera.
Acara ini terselenggara berkat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Bank Jatim, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk, PT Pelindo Regional 3, BRI, PTPN 1 Regional 5, DPRD Kota Surabaya, Pemkot Surabaya, PDAM Surya Sembada, PD Pasar Surya, PD Taman Satwa KBS, serta sejumlah hotel dan korporasi di Surabaya.
Dengan semangat kolaborasi lintas sektor, FGD yang diinisiasi oleh SMSI Surabaya ini diharapkan mampu menjadi wadah bagi generasi muda untuk berkontribusi nyata membangun Surabaya yang kreatif, inklusif, dan berdaya saing di era digital.(*).





