“Kami berharap sistem ini dapat menjadi solusi yang efektif bagi para petani dalam meningkatkan hasil pertanian dan mendukung ketahanan pangan nasional,” katanya.
Sementara itu Rektor Unisla Dr.H.Abdul Ghofur, S.E.,M.Si yang diwakilkan Dekan Fakultas Hukum Ayu Dian Ningtias.S.H.,M.H.,CFE.,CFrA yang juga selaku Dansatgas Pandu unsur Akademisi menilai kolaborasi ini memiliki dampak positif dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.
“Ini adalah langkah yang sangat baik. Kolaborasi dan sinergitas dari Unisla dilibatkan dalam penelitian untuk mendukung program ketahanan pangan yang selaras dengan arahan Presiden Prabowo,” terangnya.
Penelitian yang dilakukan,ujar Ayu,bertujuan untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian di Kampung Pandu,mulai dari identifikasi hingga optimalisasi komoditas pertanian.
Pada proses penelitian juga melibatkan berbagai disiplin ilmu dalam pendekatan pentahelix,termasuk hukum,kesehatan lingkungan,teknik,perikanan dan peternakan.
“Fakultas Hukum akan meneliti pemanfaatan aset dan legalitas produk pertanian,sementara Fakultas Peternakan dan Pertanian berkontribusi pada kesehatan lingkungan dengan penggunaan pupuk cair organik. Fakultas Sains dan Teknologi juga berfokus pada pengembangan biogas untuk mendukung kegiatan pertanian,” pungkasnya.
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com





