BERITASIBER.COM | JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) melaporkan hasil kinerja yang stagnan pada kuartal pertama tahun 2025, dengan laba bersih yang hanya tumbuh 1% dibandingkan tahun sebelumnya.
Laba bersih BNI tercatat sebesar Rp 5,38 triliun, sedikit meningkat dari Rp 5,33 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Namun, jika dilihat dari perspektif kuartalan, terdapat pertumbuhan yang lebih signifikan, dengan laba bersih meningkat sekitar 4,4%.
Meskipun laba bersih menunjukkan pertumbuhan yang lambat, BNI tetap menunjukkan performa yang solid dalam menjalankan fungsi intermediasi.
Pertumbuhan kredit mencapai 10,1% secara tahunan, melampaui rata-rata industri yang hanya tumbuh sekitar 9%. Total penyaluran kredit per Maret 2025 mencapai Rp 765,47 triliun, didorong oleh pertumbuhan segmen korporasi yang mencapai 16% YoY, dengan total kredit korporasi mencapai Rp 433,4 triliun.
Dalam rincian lebih lanjut, pembiayaan untuk sektor swasta dan institusi mengalami kenaikan 17% menjadi Rp 317,1 triliun, sementara kredit yang disalurkan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meningkat 13,3% menjadi Rp 116,3 triliun.
Kualitas aset BNI juga menunjukkan perbaikan, dengan rasio non-performing loan (NPL) terjaga di level 2% dan loan at risk menurun menjadi 10,9% dari 13,3% pada kuartal I-2024.





