BERITASIBER.COM | LAMONGAN — Memanfaatkan potensi hasil laut yang melimpah, Pemerintah Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat pesisir melalui pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kerupuk ikan. Upaya ini dikemas dalam kegiatan bertajuk Strategi Pengembangan UMKM Kerupuk Ikan dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat yang digelar pada 17 Mei 2024 dengan menghadirkan pemateri Dr. Rohman Arif, SE., M.Ak.
Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi para pelaku UMKM, aparat desa, serta pemangku kepentingan lokal untuk membahas langkah konkret menjadikan kerupuk ikan produk olahan khas pesisir Paciran sebagai komoditas unggulan bernilai ekonomi tinggi.
Selama ini, kerupuk ikan dikenal luas sebagai produk tradisional rumah tangga, namun belum sepenuhnya dikelola secara optimal dari sisi manajemen usaha dan pemasaran.
Dalam paparannya, Dr. Rohman Arif menekankan bahwa pengembangan UMKM tidak cukup hanya bertumpu pada kemampuan produksi, tetapi harus menyentuh seluruh rantai nilai usaha, mulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi, pengemasan, hingga pemasaran dan pencatatan keuangan.
Ia mengungkapkan bahwa hasil identifikasi di lapangan menunjukkan masih adanya tantangan klasik yang dihadapi perajin, seperti keterbatasan modal usaha, teknik pengemasan yang sederhana, akses pasar yang relatif sempit, serta fluktuasi harga bahan baku ikan.
“Potensi kerupuk ikan di Paciran sangat besar karena ditopang oleh ketersediaan bahan baku yang melimpah. Tantangannya adalah bagaimana potensi ini dikelola secara profesional agar mampu meningkatkan nilai tambah dan pendapatan masyarakat,” ujar Dr. Rohman Arif di hadapan peserta.
Strategi yang ditawarkan berfokus pada pemberdayaan UMKM dari hulu ke hilir. Dari sisi produksi, pelaku usaha didorong untuk meningkatkan kualitas produk melalui standarisasi bahan baku dan proses pengolahan yang higienis.





