Kemenkop juga menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pendampingan, pelatihan manajerial, serta akses pembiayaan agar koperasi desa tidak hanya tumbuh, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi entitas bisnis modern yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Koperasi desa bukan sekadar lembaga ekonomi, tetapi sarana membangun solidaritas sosial dan kemandirian bangsa dari akar rumput. Pemerintah akan terus hadir memperkuatnya,” ungkap Dewi.
Kepala Desa Tambakrigadung, M. Takim, menyambut baik kunjungan dan pendampingan dari Kementerian Koperasi. Ia menilai, kehadiran langsung pemerintah pusat memberikan dorongan moral bagi desa untuk memperkuat kelembagaan dan tata kelola koperasi.
“Kunjungan ini memberikan semangat baru bagi kami. Dengan adanya perhatian dari pemerintah pusat, kami semakin berkomitmen mengembangkan KDMP agar benar-benar mandiri dan berdaya saing,” ujar Takim.
Sementara itu, Kepala Desa Kramat, Eko Wahyudi, menyampaikan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan berbagai langkah konkret untuk memperkuat permodalan koperasi, salah satunya melalui skema kemitraan dengan bank Himbara dan investor lokal.
“Kami sudah menyiapkan sebagian besar persyaratan administratif untuk pembangunan tujuh gerai baru. Saat ini tinggal penyelarasan koordinasi antar pihak agar proses bisa segera berjalan,” jelas Eko.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Koperasi dan UKM berharap Kabupaten Lamongan dapat menjadi model percontohan nasional dalam pengembangan Koperasi Desa Merah Putih.
Konsep penguatan ekonomi berbasis potensi lokal ini dinilai selaras dengan visi Astacita Presiden Prabowo Subianto, yaitu mewujudkan kemandirian ekonomi rakyat melalui koperasi dan gotong royong.(Bs).






