Dalam konteks pembangunan nasional khususnya di Kabupaten Lamongan, kata Fadly kita sedang berada pada simpang sejarah yang sangat penting, ditandai dengan tiga momentum besar, yaitu pergantian kepemimpinan nasional, pembangunan ibu kota nusantara, serta kesiapan kita menuju Indonesia emas 2045.
“Oleh karena itu, mari kita wujudkan komitmen anti korupsi bukan sekedar retorika, melainkan aksi nyata untuk menghilangkan praktik-praktik korupsi, membangun budaya birokrasi yang bersih, transparan, dan akuntabel khususnya di Kabupaten Lamongan,” tuturnya.
Kendati demikian, upaya ini sangatlah penting apalagi mengingat berbagai dinamika yang terjadi. Setiap tantangan yang kita hadapi adalah momentum untuk memperkuat komitmen bersama, khususnya dalam upaya memberantas korupsi dan mendorong transformasi budaya birokrasi.
“Mari kita jadikan momentum hari anti korupsi sedunia (Hakordia) 2024 di Kabupaten Lamongan, sebagai pengingat serta penguat tekad untuk mewujudkan Kabupaten Lamongan tanpa korupsi. Manfaatkan peringatan ini untuk melakukan refleksi, sejauh mana langkah-langkah perbaikan yang sudah kita lakukan. Sekuat apa integritas dan komitmen kita dalam memperkuat sistem pengawasan, mendorong transparansi, serta melindungi kepentingan masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, komitmen saat ini adalah investasi bagi generasi mendatang. Setiap upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi adalah wujud nyata pengabdian kita kepada negara dan bangsa.
“Mari kita bersama-sama mengawal setiap langkah pembangunan dengan penuh tanggung jawab, kejujuran, dan dedikasi yang tinggi,” pungkas Fadly.(bs)
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com





