Ketiga remaja tersebut langsung dibawa ke kantor Satpol PP Surabaya. Mereka melakukan pengumpulan data dan pelatihan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dwi mengatakan, Satpol PP melakukan koordinasi bersama Dinas Kesehatan Kota Surabaya dan Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan Anak serta Penanggulangan Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB).

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kami akan membawa mereka ke Dinas kesehatan untuk tes urine.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Untuk DP3A membantu anak-anak yang tertangkap polisi, kami juga memanggil orang tuanya untuk menjemputnya dari kantor kami,” jelas Dwi.

Pihaknya kini menunggu hasil perburuan ketiga pemuda tersebut. Satpol PP intensif berkoordinasi dengan DP3A-PPKB selama mereka masih berstatus pelajar.
Dwi pun berencana menelepon ketiga orangtuanya.

“Kami juga memanggil pihak sekolah, Dinas Pendidikan (Dispendik) dan DP3A,” tegasnya.

Dwi berharap masyarakat Surabaya terus berperan aktif. Yakni, menginformasikan kepada petugas mengenai munculnya aktivitas negatif yang dilakukan anak. Terus ciptakan kondisi yang menguntungkan selama Ramadan.

“Warga mohon informasikan kepada petugas kami apabila terdapat kegiatan yang mengganggu ketentraman dan ketertiban masyarakat, hubungi nomor darurat 112 atau melalui media sosial Satpol PP Surabaya,” imbuhnya.(bs)

 

Editor Achmad Bisri

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2