Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Solokuro juga mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan dan persatuan di tengah masyarakat.

Ia meminta para tokoh masyarakat ikut berperan dalam memberikan pemahaman kepada warga agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Menurut Joko, tokoh masyarakat memiliki peran strategis dalam membantu kepolisian menjaga stabilitas keamanan di tingkat desa.

Komunikasi yang baik antara aparat kepolisian dan masyarakat dinilai dapat membantu mendeteksi berbagai persoalan sejak dini sehingga tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

“Kami berharap para tokoh masyarakat terus menjadi mitra kepolisian dalam menjaga kerukunan warga. Apabila ada persoalan di lingkungan, mari diselesaikan dengan komunikasi dan musyawarah yang baik,” tuturnya.

Joko menambahkan, jajaran Polsek Solokuro akan terus meningkatkan kegiatan sambang dan patroli dialogis sebagai upaya pencegahan gangguan kamtibmas.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan kepolisian yang lebih dekat dengan masyarakat.

Ia juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada petugas kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan maupun potensi gangguan keamanan di lingkungan sekitar.

Dengan adanya kerja sama antara kepolisian, tokoh masyarakat, dan seluruh warga, diharapkan situasi kamtibmas di wilayah Kecamatan Solokuro dapat terus terjaga.

“Kami ingin masyarakat merasa aman dan nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Polri akan terus hadir di tengah masyarakat, tetapi dukungan dan partisipasi warga juga sangat penting. Mari bersama-sama menjaga kerukunan, menghidupkan kembali pos kamling, dan menjadikan wilayah Solokuro tetap sejuk, damai, aman, serta kondusif,” pungkasnya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2