LAMONGAN, BeritaSiber.com – Polsek Sarirejo, Polres Lamongan, menggelar patroli Blue Light untuk mengantisipasi tindak kriminalitas dan potensi gesekan antaranggota perguruan silat. Patroli dilakukan di sepanjang Jalan Raya Desa Gempoltukmloko, Kecamatan Sarirejo, Kabupaten Lamongan, Senin (12/10/2026) malam, guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.
Kapolsek Sarirejo IPTU Moch. Sokep, S.H., mengatakan patroli Blue Light merupakan langkah preventif kepolisian untuk mencegah berbagai potensi gangguan keamanan, terutama tindak kejahatan jalanan dan konflik antarkelompok. Menurutnya, kehadiran polisi pada malam hari menjadi salah satu upaya untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mempersempit peluang terjadinya tindak kriminalitas.
“Patroli Blue Light ini kami laksanakan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas, termasuk pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, serta kemungkinan terjadinya gesekan antaranggota perguruan silat. Kami ingin memastikan masyarakat dapat beraktivitas dan beristirahat dengan aman,” ujar Sokep dalam draf keterangannya, Senin (12/10/2026).
Kegiatan patroli dimulai sekitar pukul 23.30 WIB dengan melibatkan dua personel piket Polsek Sarirejo. Petugas menyisir sejumlah titik yang menjadi perhatian dalam upaya pencegahan tindak kriminalitas dan gangguan keamanan.
Salah satu lokasi yang menjadi sasaran patroli adalah Jalan Raya Desa Gempoltukmloko. Petugas melakukan pemantauan di kawasan yang berpotensi menjadi titik kerawanan, termasuk ruas jalan dengan kondisi penerangan minim dan jalan rusak.
Selain melakukan pemantauan, anggota kepolisian juga mengedepankan pendekatan dialogis terhadap masyarakat, khususnya para pemuda yang masih berkumpul hingga larut malam.
Petugas memberikan imbauan kamtibmas dan mengajak para pemuda untuk segera kembali ke rumah masing-masing guna menghindari potensi gangguan keamanan maupun kesalahpahaman yang dapat memicu perselisihan.
Sokep menjelaskan, pendekatan persuasif menjadi salah satu langkah yang diutamakan dalam kegiatan patroli. Polisi tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga membangun komunikasi dengan masyarakat untuk menjaga situasi tetap aman.
“Kami mengedepankan pendekatan humanis dengan memberikan imbauan kepada para pemuda yang masih berkumpul hingga larut malam. Tujuannya bukan membatasi aktivitas masyarakat, melainkan mengingatkan agar tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan kegiatan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan,” jelasnya.
Selain mengantisipasi tindak kejahatan konvensional, patroli juga difokuskan pada pencegahan potensi gesekan antaranggota perguruan silat.
Menurut Sokep, hubungan yang harmonis antarperguruan silat perlu terus dijaga agar tidak muncul kesalahpahaman yang dapat berkembang menjadi konflik.
Ia menegaskan, kepolisian berkomitmen menjaga keamanan seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang maupun keanggotaan organisasi.





