LAMONGAN, BeritaSiber.com – Polsek Solokuro Polres Lamongan Polda Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan nasional. Bersama masyarakat dan UPT Pertanian Kecamatan Solokuro, kepolisian membangun sinergi dengan para petani sebagai bagian dari upaya menyukseskan ketahanan pangan serta Program Pekarangan Bergizi (P2B) di wilayah Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Selasa (6/10/2026).
Kapolsek Solokuro AKP Joko Suprianto mengatakan, keterlibatan Polri dalam mendukung ketahanan pangan merupakan bentuk sinergi lintas sektor untuk membantu menyukseskan program pemerintah. Polsek Solokuro sebagai unsur kepolisian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat akan terus mendorong dan mendampingi masyarakat, khususnya para petani, agar potensi pertanian di wilayah tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Polsek Solokuro siap mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Kami bersinergi dengan UPT Pertanian Kecamatan Solokuro dan masyarakat, khususnya para petani, untuk bersama-sama mendorong pemanfaatan lahan pertanian maupun pekarangan agar lebih produktif,” ujar AKP Joko Suprianto.
Menurutnya, ketahanan pangan memiliki peranan penting dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Karena itu, diperlukan kerja sama dan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, instansi terkait, kepolisian hingga masyarakat sebagai pelaku utama dalam pengelolaan lahan pertanian.
Dalam kegiatan tersebut, Polsek Solokuro berkoordinasi dan berinteraksi langsung dengan masyarakat serta para petani. Lahan pertanian menjadi salah satu sasaran dalam mendukung optimalisasi produksi pangan, sementara pemanfaatan pekarangan juga terus didorong sejalan dengan Program Pekarangan Bergizi (P2B).
Sinergi dengan UPT Pertanian Kecamatan Solokuro diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program tersebut. Instansi pertanian memiliki peran penting dalam memberikan pendampingan teknis kepada petani, sedangkan kepolisian turut mendukung dari sisi keamanan, komunikasi dan penguatan partisipasi masyarakat.
AKP Joko Suprianto menjelaskan, keberhasilan program ketahanan pangan membutuhkan semangat gotong royong. Masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga berperan aktif dalam memanfaatkan potensi lahan yang tersedia untuk menghasilkan komoditas pangan yang bermanfaat bagi keluarga maupun lingkungan sekitar.





