“Kami sudah lama mengajukan permohonan ke Pemkot Surabaya, untuk bisa mencarikan solusi, diantaranya supaya Pemkot menghibahkan lahan yang ada di sekitar kantor kami,” ujarnya.

Sayangnya, walau sudah hampir 3 tahun, surat dikirim ke Pemkot Surabaya, hingga kini belum ada jawaban. “Selama ini kami melayani sekitar 200 pemohon setiap hari, kalau lahan parkir kita memadai, kita bisa tingkatkan sampai 400 pemohon,” tambah Verico, sembari berharap ada masukan dari PWI Jatim untuk mencari solusi masalah lahan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sementara, Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim yang didampingi Wakil Ketua Sokip, Bendahara Andy S, Seksi KUMHAM Jatmiko, dan beberapa pengurus, mengapresiasi kunjungan Kakanim Verico dan Humas Airlangga ke PWI Jatim.

“Terima kasih atas kunjungannya,” ujar Cak Item panggilan akrab Lutfil Hakim.

Berbagai ide dan gagasan disampaikan Cak Item sebagai masukan untuk Kakanim Verico, supaya Imigrasi Tanjung Perak bisa berbeda dengan yang lain. Karena, kalau berbicara peningkatan pelayanan, kata Cak Item, sudah menjadi keniscayaan.

Untuk permasalahan lahan parkir, Cak Itam memberikan berbagai pilihan, “Bisa juga kerjasama dengan pihak swasta,” usulnya.

Bahkan Cak Item juga mengajak kepada Kakanim Verico untuk bersinergi guna meningkatkan kualitas SDM, baik di lingkungan Imigrasi Tanjung Perak dan kalangan wartawan.

“Sehingga, bagi wartawan bisa menambah wawasan keimigrasian, supaya masyarakat luas bisa lebih paham kewenangan dan tugas-tugas yang selama ini dijalankan Kantor Imigrasi,” pungkasnya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2