Merespons rencana besar Arab Saudi tersebut, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, memberikan proyeksi optimis terkait dampaknya bagi jemaah asal Indonesia.
Dengan terealisasinya perluasan infrastruktur pada tahun 2030, Indonesia diperkirakan akan mendapatkan alokasi kuota haji sebesar 500 ribu hingga 600 ribu jemaah setiap tahunnya. Angka ini merupakan lonjakan signifikan dibandingkan dengan kuota haji Indonesia saat ini yang berada di angka 200 ribu lebih jemaah per tahun.
“Jika kapasitas di Saudi bertambah, kuota untuk Indonesia juga diprediksi akan meningkat drastis. Ini memberikan secercah harapan bagi kita untuk memperpendek masa tunggu jemaah,” ujarnya.
Selama ini, durasi masa tunggu keberangkatan haji menjadi salah satu tantangan besar bagi Kementerian Agama RI. Penambahan kuota hingga 600 ribu jemaah per tahun di masa depan diharapkan menjadi solusi konkret agar masyarakat tidak perlu menunggu terlalu lama untuk menunaikan rukun Islam kelima.
Dengan kapasitas yang lebih besar dan fasilitas akomodasi yang lebih modern, penyelenggaraan ibadah haji di masa mendatang diharapkan tidak hanya menjadi lebih inklusif, tetapi juga memberikan pengalaman ibadah yang lebih nyaman dan khusyuk bagi jutaan jemaah dari seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia.






