Ia berharap masyarakat semakin memahami bahwa keselamatan berkendara merupakan kebutuhan bersama, bukan sekadar kewajiban untuk menghindari penindakan petugas.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan knalpot brong, selalu tertib berlalu lintas, serta memastikan kelengkapan surat-surat kendaraan. Mari kita patuhi aturan demi keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” tegasnya.
Lebih lanjut, AKP Joko Suprianto menjelaskan bahwa kegiatan Jumat Keliling juga menjadi sarana untuk memperkuat hubungan kemitraan antara Polri dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga.
“Melalui komunikasi yang baik, berbagai persoalan sosial maupun potensi gangguan keamanan diharapkan dapat segera diketahui dan ditangani bersama,” ungkapnya.
Pihaknya juga mengajak masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, menghindari perselisihan, serta senantiasa menjaga kerukunan antarwarga.
“Apabila mengetahui adanya kejadian atau aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan, masyarakat diharapkan segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” jelasnya.
Menurut Kapolsek, terciptanya situasi wilayah yang aman dan kondusif akan memberikan dampak positif terhadap kehidupan sosial serta kelancaran aktivitas masyarakat sehari-hari. Karena itu, sinergi dan komunikasi antara kepolisian dengan masyarakat harus terus dipelihara.
“Kami berharap melalui kegiatan Jumat Keliling ini, hubungan silaturahmi antara Polri dan masyarakat semakin erat. Mari bersama-sama menjaga keamanan, mengaktifkan poskamling, menaati peraturan lalu lintas, dan menciptakan suasana yang damai di lingkungan masing-masing. Dengan demikian, masyarakat dapat merasa nyaman dan tenang dalam menjalankan aktivitas setiap hari,” pungkasnya.





