Setelah menapaki jalur spiritual, peserta beralih ke ranah komersial dan budaya di Nakamise-dori, jalan belanja legendaris yang menjual suvenir, makanan tradisional ningyo-yaki, dan hasil kerajinan lokal.
Momen ini memberikan kesempatan berharga bagi peserta untuk berinteraksi langsung dengan warga setempat dan mengamati bagaimana nuansa tradisional dipertahankan di tengah metropolitan Tokyo.
Memasuki siang hari, fokus kegiatan beralih ke sesi orientasi dan diskusi di Asakusa Community Center. Para peserta terlibat dalam percakapan dinamis mengenai isu-isu krusial seperti tantangan pendidikan, hubungan antarbudaya, dan moderasi beragama di negara masing-masing.
Untuk mencairkan suasana, peserta kemudian dibagi dalam kelompok. Sebagian menikmati kegiatan ice-breaker di Hanayashiki, taman hiburan tertua di Jepang, sementara kelompok lain mengunjungi Kappabashi Dougu Street untuk mempelajari alat masak tradisional, menambah dimensi interaktif pada kegiatan.
Kegiatan hari pertama JIES 2025 ditutup dengan makan malam bersama di tepi Sungai Sumida. Pemandangan Senso-ji Temple yang bermandikan cahaya malam menyajikan latar belakang yang magis, mengakhiri hari eksplorasi yang padat dengan suasana hangat dan penuh kekaguman.
JIES 2025 telah meletakkan fondasi yang kuat melalui perpaduan edukasi sejarah, wisata budaya, dan interaksi global, siap melanjutkan agenda esok hari, termasuk rencana kunjungan ke persiapan festival lokal Tori no Ichi di Otori Shrine.






