BERITASIBER.COM | ARAB SAUDI – Pada hari puncak ibadah haji, tepatnya 9 Dzulhijjah 1446 H atau Kamis, 05 Juni 2025, jamaah haji asal Kabupaten Lamongan yang tergabung dalam Kloter 59 Embarkasi Surabaya dilaporkan dalam kondisi sehat, stabil, dan tertangani dengan baik. Meskipun harus menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan dinamika teknis di lapangan, para jamaah tetap dapat melaksanakan ibadah dengan baik.
Laporan yang diterima dari Tim Kesehatan Haji Kabupaten (TKHK) Lamongan menyebutkan bahwa jamaah, khususnya yang lanjut usia, mendapat perhatian dan pemantauan intensif selama berada di tenda-tenda Mina.
Tim kesehatan yang dipimpin oleh dr. Azmi Falah dan Hery Kurniawan melakukan pemeriksaan secara berkala terhadap para jamaah, memantau tekanan darah, kondisi kelelahan, dan dehidrasi, serta memberikan edukasi ringan terkait pentingnya menjaga asupan cairan dan tidak memaksakan diri beraktivitas di luar ruangan pada jam-jam terik.
“Alhamdulillah sejauh ini jamaah Lamongan dalam keadaan sehat dan bisa dikondisikan. Kami berusaha semaksimal mungkin agar para lansia mendapatkan perhatian khusus, karena mereka merupakan kelompok paling rentan dalam kondisi iklim seperti ini,” ujar dr. Azmi melalui sambungan laporan resmi kepada BeritaSiber.com, Jumat, 06 Juni 2025.
Sementara itu, Ketua Kloter 59 Embarkasi Surabaya, Zudhi Efendi, menyampaikan bahwa secara umum jamaah dalam kondisi yang terkendali.
Namun, ada beberapa dinamika di lapangan terkait miskomunikasi antara sebagian Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) dengan pihak syarikah atau penyedia layanan lokal Arab Saudi.
Salah satu kasus terjadi pada KBIH Labaik, di mana beberapa jamaah sempat dikembalikan ke hotel karena adanya ketidaksesuaian informasi.
“Kami langsung melakukan koordinasi cepat agar jamaah tetap bisa mengikuti tahapan ibadah haji sesuai jadwal. Miskomunikasi semacam ini memang kerap terjadi karena perbedaan budaya kerja dan informasi. Namun, insyaAllah semuanya bisa ditangani dengan baik,” jelas Zudhi.
Kondisi cuaca menjadi tantangan utama pada musim haji tahun ini. Berdasarkan informasi dari Petugas Haji Daerah (PHD) Kabupaten Lamongan, dr. Aini Falah, suhu di kawasan Mina dan Arafah mencapai hampir 42°C, dengan tingkat kelembapan yang rendah. Hal ini membuat risiko dehidrasi dan kelelahan fisik sangat tinggi.
“Jamaah terus kami ingatkan untuk minum air secara teratur, meskipun tidak merasa haus. Banyak dari mereka yang tidak terbiasa dengan kondisi gurun, sehingga perlu pendekatan yang terus menerus agar tidak terjadi gangguan kesehatan,” ujar dr. Aini.
Beliau menambahkan, secara umum kondisi jamaah tetap terlihat kondusif dan tertangani, dengan beberapa kasus ringan seperti kelelahan yang cepat diatasi oleh tim kesehatan.
Petugas Haji Daerah tingkat Provinsi Jawa Timur dan juga Dekan FEB UNISLA, Dr. Abid Muhtarom, juga menyampaikan beberapa arahan penting terkait kondisi jamaah dan langkah antisipasi selama masa puncak ibadah.
Salah satunya adalah anjuran untuk tetap berada di dalam tenda antara pukul 10.00 hingga 15.00 waktu setempat, guna menghindari paparan sinar matahari ekstrem.





