Di lokasi berbeda, Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara juga memimpin penyaluran bantuan di Balai Desa Primpen, Kecamatan Bluluk. Pria yang akrab disapa Mas Dirham ini menekankan aspek yang lebih luas terkait keberlanjutan bantuan sosial, yakni pentingnya akurasi data.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Mas Dirham mengingatkan warga untuk menjaga validitas data pribadi agar tetap terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Beliau menyoroti tren negatif yang dapat menggugurkan hak masyarakat sebagai penerima bantuan.

“Persoalan seperti keterlibatan dalam judi online, kredit bermasalah, hingga penyalahgunaan identitas pribadi merupakan faktor-faktor yang dapat memengaruhi status penerima bantuan sosial. Kami berharap masyarakat bijak dalam menggunakan identitas dan mengelola keuangan keluarga,” tegas Mas Dirham.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Untuk Kecamatan Bluluk sendiri, bantuan yang didistribusikan mencapai 60.040 kilogram beras dan 12.008 liter minyak goreng yang menyasar 3.002 penerima manfaat. Khusus di Desa Primpen, tercatat ada 215 warga yang menerima bantuan tersebut.

Wakil Pimpinan Bulog Cabang Bojonegoro, Shinta Wiharjo, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menjelaskan bahwa distribusi kali ini merupakan akumulasi periode Februari-Maret. Artinya, setiap penerima langsung mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.

Hal yang menarik, Shinta mengungkapkan bahwa beras yang disalurkan merupakan hasil serapan langsung dari petani lokal di Kabupaten Lamongan.

“Program ini menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan. Di satu sisi kita membantu masyarakat kurang mampu, di sisi lain kita mendukung sektor pertanian daerah karena berasnya diambil dari hasil jerih payah petani Lamongan sendiri,” jelasnya.

Melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten, Bulog, dan masyarakat, diharapkan ketahanan pangan di Lamongan tetap kokoh, sekaligus mampu menekan angka inflasi daerah melalui distribusi stok pangan yang merata.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2