Menurut pengamatan, persoalan kemacetan bukan karena jalan sempit kemudian harus diperlebar karena supaya bus besar bisa masuk, parkir ilegal bertebaran tak terkendali sering terjadi pemalakan harga karcis yang tinggi, juru seberang ditikungan dan tanjakan semakin menambah semrawut suasana di jalan,itu semua menjadi problem sosial lalu lintas di Gunungkidul yang harus segera dicarikan solusi secara bijak dan elegan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pada liburan hari Raya Idul Fitri yang lalu, setidaknya harus dilakukan pembahasan terkait problem lalu lintas, Dinas Perhubungan sebagai institusi yang paling berwenang harusnya sudah memiliki arsitek bidang perhubungan, dan kondisi yang mendesak ini kuncinya hanya 1 Yaitu Rekayasa lalu lintas paripurna.

Memang untuk mewujudkan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, tetapi harus berani mengambil metode Rekaya lalu lintas darurat tetapi Cespleng atau efektif dan Efisien.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

 

Assoc.Prof.Dr.Supriyadi,M.Pd (Dosen UNS/Mantan Birokrat kabupaten Gunungkidul)

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2