“Jadi bisa disesuaikan tema pembelajaran berlangsung, dan disini tidak harus keluar kota,” imbuhnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Lebih lanjut, diungkapkan Khoirul Anam jika sudah merencanakan kegiatan study tour di luar kota, maka pihak sekolah atau madrasah harus bisa memperhatikan beberapa hal untuk mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan. Seperti keamanan dan keselamatan jangan pernah terabaikan, karena hal ini menjadi prioritas utama.

“Intinya keamanan dan keselamatan harus menjadi prioritas. Maka kita sarankan pihak madrasah untuk berhati-hati dalam memilih travel yang jelas dan memperhatikan kelaikan kendaraan, sehingga dengan demikian bisa mengantisipasi sejak dini segala kemungkinan terburuk yang tidak kita kehendaki,” terangnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Terkait larangan menggelar study tour, Khoirul Anam mengungkapkan jika Kemenag Lamongan belum menerima regulasi dari Kemenag Provinsi ataupun dari pusat.

“Hingga saat ini kita masih menunggu regulasi dari pusat seperti apa. Jika ada regulasi terbaru terkait ini, tentu kita akan mengikutinya karena kita termasuk instansi vertikal,” tuturnya.

“Dan yang terpenting dan utama yakni keamanan dan keselamatan bersama,” pungkasnya.(bs)

 

Editor : Achmad Bisri

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2