BERITASIBER.COM | TAKENGON – Himpunan Mahasiswa Aceh Tengah (HIMAT) melayangkan kritik tajam terhadap kinerja Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP–WH) serta Dinas Syariat Islam (DSI) Kabupaten Aceh Tengah, yang dinilai tidak maksimal dalam menegakkan nilai-nilai syariat Islam di kawasan dataran tinggi Gayo, khususnya Takengon.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ketua HIMAT, Maulana, menyatakan bahwa penegakan syariat Islam di Takengon masih sebatas formalitas simbolik yang belum menyentuh akar persoalan di masyarakat.

Menurutnya, banyak pelanggaran terhadap nilai-nilai syariat yang terjadi di ruang publik namun luput dari pengawasan dan tindakan nyata oleh instansi terkait.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Jangan hanya membanggakan tulisan di gapura ‘Selamat Datang di Takengon Kota Wisata Syariat’ atau spanduk yang menyatakan Anda Memasuki Kawasan Tanoh Gayo Bersyariat. Semua itu akan menjadi sia-sia jika tidak dibarengi dengan pengawasan yang tegas dan konsisten,” ujar Maulana dalam keterangannya, Kamis (31/7/2025).

Ia juga menyayangkan bahwa Satpol PP–WH dan DSI cenderung hadir hanya dalam razia musiman atau kegiatan seremonial, tanpa kehadiran yang berkelanjutan di titik-titik strategis seperti pusat wisata, kawasan publik, dan lokasi yang rawan pelanggaran syariat.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2