BERITASIBER.COM — Memasuki puncak musim kemarau, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan mengambil langkah cepat guna mengantisipasi krisis air bersih yang mulai dirasakan oleh sebagian masyarakat. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemkab Lamongan resmi memulai distribusi air bersih perdana sebanyak 25.000 liter yang dipusatkan di Dusun Walangkopo, Desa Kedungkumpul, Kecamatan Sarirejo, pada Selasa (28/7).

Distribusi air bersih ini menjadi yang pertama kali disalurkan ke wilayah Kecamatan Sarirejo pada musim kemarau tahun ini. Berdasarkan hasil pemetaan geografis dan hidrologis, Desa Kedungkumpul ditetapkan sebagai salah satu wilayah dengan status kategori kritis. Kondisi tersebut diperparah oleh minimnya sumber air alternatif yang memadai, seperti minimnya daya tampung waduk maupun debit sumur warga yang kian menyusut drastis.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, yang hadir secara langsung meninjau proses penyaluran bantuan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk selalu hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan. Pria yang akrab disapa Pak Yes ini menyatakan bahwa penanganan kekeringan tidak hanya dilakukan secara responsif dan darurat, melainkan juga dirancang melalui skema pembangunan infrastruktur jangka panjang.

“Respon cepat Pemkab Lamongan terhadap krisis air bersih pada musim kemarau ini diwujudkan melalui aksi nyata penyaluran air bersih oleh BPBD langsung kepada masyarakat. Namun, kami tidak berhenti pada penanganan darurat saja. Adapun upaya jangka panjang yang krusial untuk mengantisipasi krisis air berulang adalah program revitalisasi waduk di berbagai wilayah sekitar yang rentan,” ujar Bupati Yuhronur di lokasi kegiatan.

Berdasarkan data pemetaan komprehensif dari BPBD Kabupaten Lamongan, potensi ancaman kekeringan tahun ini mencakup wilayah yang cukup luas, yakni tersebar di 15 kecamatan. Dari cakupan tersebut, dampaknya meliputi 89 desa dan 168 dusun. Rinciannya, sebanyak 45 desa dikategorikan mengalami kelangkaan air, sementara 44 desa lainnya berstatus kritis akibat keterbatasan ekstrem pada sumber air baku.

Pada hari pertama pelaksanaan program distribusi ini, BPBD mengerahkan lima unit armada tangki dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter, sehingga total air bersih yang digelontorkan mencapai 25.000 liter. Tidak hanya pasokan air minum dan keperluan domestik, masyarakat setempat juga diberikan bantuan pelengkap berupa terpal dan jeriken guna memudahkan proses penyimpanan air secara higienis di rumah masing-masing.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2