Gus Kikin menjalani praktik pelayaran selama sekitar tiga tahun. Setelah itu, ia bergabung dengan PT Djakarta Lloyd.
Pada 1988, ketika berusia sekitar 30 tahun, ia dipercaya memimpin Cabang Cilegon. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan profesionalnya sebelum kemudian mengembangkan sejumlah usaha.
Memasuki akhir 1990-an, Gus Kikin mulai membangun sejumlah perusahaan dan mengembangkan kegiatan bisnis di Surabaya. Jaringan usahanya kemudian diperluas ke Jakarta pada 2000.
Aktivitas bisnis yang dijalaninya mencakup berbagai sektor, antara lain transportasi, kontraktor, teknologi informasi, komoditas, dan media penyiaran. Ia juga mendirikan PT Energi Mineral Langgeng (EML) yang bergerak dalam bidang eksplorasi minyak dan gas bumi.
Pengalaman di dunia usaha turut membawanya aktif dalam sejumlah kegiatan organisasi, termasuk di lingkungan Kamar Dagang dan Industri (Kadin).
Setelah bertahun-tahun beraktivitas di dunia pelayaran dan bisnis, Gus Kikin kembali ke lingkungan pesantren. Pada 2016, ia mendapat amanah untuk membantu KH Salahuddin Wahid atau Gus Solah sebagai Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng.
Setelah Gus Solah wafat pada 2020, Gus Kikin dipercaya menjadi Pengasuh ke-8 Pondok Pesantren Tebuireng.
Di bawah kepemimpinannya, Tebuireng terus melakukan penguatan kelembagaan sekaligus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, sembari mempertahankan tradisi keilmuan pesantren.
Kiprah Gus Kikin di organisasi NU kemudian semakin berkembang. Dalam Muktamar NU 2022, ia dipercaya menjadi salah satu Ketua PBNU dengan bidang yang berkaitan dengan ekonomi.
Karier organisasinya berlanjut di tingkat Jawa Timur. Gus Kikin dipercaya memimpin Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur dan kemudian terpilih sebagai Ketua PWNU Jawa Timur periode 2024-2029.
Perjalanan dari pesantren, dunia pelayaran, bisnis, hingga struktur organisasi NU tersebut akhirnya mengantarkan Gus Kikin ke posisi tertinggi dalam kepengurusan PBNU.
Kini, Gus Kikin memiliki tanggung jawab memimpin PBNU untuk masa khidmah 2026-2031. Pengalaman yang dibawanya dari lingkungan pesantren, organisasi, dan dunia usaha menjadi modal dalam menjalankan agenda kepemimpinan NU selama lima tahun ke depan.
Penetapan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU sekaligus menandai dimulainya periode baru kepemimpinan organisasi tersebut setelah Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Jombang.





