“Kami ingin pelaku UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga naik kelas. Untuk itu, penguatan kapasitas dan pemanfaatan teknologi menjadi fokus utama kami ke depan,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap dapat terbangun sinergi yang lebih solid antara pelaku UMKM, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menciptakan ekosistem usaha yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan di daerah.
Sementara itu, dalam sambutannya, Ning Lia Istifhama menekankan pentingnya menjaga semangat kolaborasi dan inovasi di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang. Ia memberikan apresiasi terhadap peran aktif Gerai UMKM Lamongan dalam memberdayakan pelaku usaha kecil.
“UMKM merupakan tulang punggung ekonomi daerah. Karena itu, perlu adanya dorongan berkelanjutan agar pelaku usaha semakin adaptif, kreatif, dan mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif,” ujarnya.
Ia juga mendorong para pelaku UMKM untuk memanfaatkan teknologi digital sebagai instrumen utama dalam memperluas jaringan pemasaran. Transformasi digital, menurutnya, menjadi kunci dalam membuka akses pasar yang lebih luas serta meningkatkan nilai tambah produk lokal.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan hubungan antara pelaku usaha, pemerintah, dan stakeholder lainnya semakin solid, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berdaya saing dan berkelanjutan.






