Ia mengingatkan mahasiswa untuk bijak dalam pergaulan dan menghindari aktivitas di tempat sepi yang berpotensi menimbulkan masalah hukum.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam sesi dialog, mahasiswa Unisla aktif menyampaikan pertanyaan dan saran. Dimas Fernando menyoroti langkah pencegahan terhadap kebiasaan remaja mabuk-mabukan, sementara Al Faruq mengusulkan pembentukan forum silaturahmi antarperguruan silat seperti di Madura untuk mencegah bentrokan.

Menanggapi masukan tersebut, KBO Satreskrim menegaskan koordinasi dengan Muspika dalam melakukan pembinaan, patroli, dan penegakan hukum guna mencegah bentrok antarperguruan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Kami rutin berkolaborasi dengan Satpol PP dan Satsamapta untuk melakukan razia miras dan sosialisasi di sekolah maupun kampus,” terang IPDA Wahyudi.

Kanit UPPA menambahkan bahwa gagasan forum silaturahmi perguruan silat akan ditindaklanjuti bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), dengan harapan pencak silat dapat berprestasi dan mengharumkan nama daerah tanpa identik dengan keributan.

Kegiatan diakhiri dengan pesan moral agar mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa selalu menjadi pribadi yang baik, taat beribadah, serta berperan aktif menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan masing-masing.(Bs).

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2