Ia berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah dapat mewujudkan cita-cita menjadikan Provinsi Jawa Timur sebagai gerbang utama perekonomian nasional.
“Banyak masyarakat yang merasa kesulitan mengakses KUR, dan stigma bahwa KUR hanya untuk masyarakat kelas menengah atas harus kita buktikan salah,” tegas Novita.
Ia juga menyatakan dukungannya terhadap program-program Provinsi Jawa Timur untuk menciptakan pabrik-pabrik baru yang dapat memanfaatkan produk dari pengusaha mikro.
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menambahkan bahwa kegiatan seperti ini akan terus dilakukan setiap Rabu, dengan layanan yang tersedia di desa-desa.
Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan beberapa asesmen untuk mempermudah investasi, termasuk proyek Rumah Potong Hewan (RPH) yang akan menjadi bagian dari rantai pasok halal.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengucapkan terima kasih kepada Kementerian UMKM dan anggota DPR RI yang telah mempercayakan acara ini kepada Kabupaten Trenggalek.
Ia berharap acara ini tidak hanya berhenti pada 1.200 UMKM yang hadir, tetapi dapat menjadi bukti bahwa fasilitas dan dukungan untuk pelaku UMKM tersedia.
Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro di Trenggalek diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengusaha mikro, meningkatkan literasi, dan mempermudah akses terhadap pembiayaan, sehingga mereka dapat berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah dan nasional.(Bs)





