Dalam pelaksanaan kegiatan, ketiga dosen tersebut juga melibatkan dua mahasiswa yang turut berperan aktif dalam proses implementasi dan pendampingan teknologi kepada petani. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi untuk memastikan hasil riset tidak berhenti di lingkungan akademik, tetapi dapat diterapkan dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Ketua tim, Dr. Millatul Ulya, S.TP., M.T., mengatakan bahwa mesin pengering padi tersebut merupakan hasil riset yang dikembangkan oleh dosen UTM dan kemudian diimplementasikan melalui kolaborasi bersama UNISLA.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Teknologi mesin pengering padi ini merupakan hasil riset dari dosen UTM. Kami berharap melalui kolaborasi dengan UNISLA, inovasi ini mampu memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan pertanian di Indonesia, khususnya dalam membantu petani mengatasi persoalan pengeringan gabah,” ujar Millatul Ulya.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Karena itu, inovasi teknologi pertanian perlu terus didorong agar hasil penelitian dan pengembangan di kampus dapat diimplementasikan secara nyata di tengah masyarakat.

“Kolaborasi ini sejalan dengan semangat ‘Kampus Berdampak’ yang digaungkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Perguruan tinggi tidak hanya berfokus pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga harus mampu memberikan kontribusi nyata dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat,” tambahnya.

Millatul juga menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek yang telah memberikan dukungan pendanaan melalui kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) sehingga proses pengembangan dan implementasi inovasi tersebut dapat terlaksana.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Direktorat Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek yang telah memberikan dukungan dana untuk kegiatan PKM ini. Dukungan tersebut sangat berarti dalam mendorong hilirisasi hasil riset dan memperluas manfaat teknologi yang dikembangkan perguruan tinggi,” tuturnya.

Kolaborasi UTM dan UNISLA melalui pengembangan mesin pengering padi ini diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan efisiensi proses pascapanen, tetapi juga membantu menjaga mutu gabah dan beras, mengurangi potensi kehilangan hasil, serta meningkatkan nilai ekonomi yang diterima petani.

Ke depan, pengembangan teknologi serupa diharapkan dapat terus dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi petani di lapangan. Dengan dukungan inovasi teknologi, pendampingan perguruan tinggi, serta kolaborasi berbagai pihak, sektor pertanian diharapkan semakin produktif, efisien, dan mampu mendukung terwujudnya ketahanan serta swasembada pangan nasional.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2