Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, tanaman jagung milik Bapak Nasib diperkirakan akan memasuki masa panen pada akhir Maret 2026. Kondisi tanaman terlihat tumbuh dengan baik dan diharapkan dapat memberikan hasil maksimal guna mendukung ketersediaan pangan di tingkat lokal.
Pada kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas juga memberikan arahan kepada pemilik lahan agar berkoordinasi dengan pihak kepolisian saat masa panen tiba. Koordinasi ini penting, terutama terkait proses penggilingan, pengeringan, hingga pendistribusian hasil panen ke Bulog Pematangsiantar, sehingga penyaluran hasil pertanian dapat berjalan lancar dan tepat sasaran.
Pendekatan humanis yang dilakukan Bhabinkamtibmas ini mendapat apresiasi dari warga. Kehadiran polisi di lahan pertanian dinilai memberikan semangat tersendiri bagi petani, sekaligus rasa aman dalam menjalankan aktivitas bercocok tanam.
Program pendampingan ketahanan pangan menjadi salah satu wujud nyata sinergi antara Polri dan masyarakat dalam memperkuat kemandirian pangan daerah. Dengan keterlibatan aktif Bhabinkamtibmas di lapangan, diharapkan produktivitas pertanian warga dapat meningkat dan berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat.
Polsek Siantar Barat pun berkomitmen untuk terus mengawal dan mendukung berbagai program yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, termasuk sektor pertanian, demi terciptanya stabilitas keamanan dan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Kota Pematangsiantar.(Pirhot Nababan).





