Selain itu, Ali menyoroti keberhasilan Indonesia dalam menjaga ketahanan pangan dan mencapai surplus produksi padi hingga mampu menyalurkan bantuan pangan ke Palestina. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya kuat secara ekonomi, tetapi juga berperan aktif dalam diplomasi kemanusiaan global.

“Ketahanan pangan bukan sekadar urusan logistik, tapi juga simbol kedaulatan dan solidaritas bangsa. Indonesia hari ini bukan hanya mampu memenuhi kebutuhan sendiri, tapi juga membantu bangsa lain,” ujarnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ali juga memberikan pandangan terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu agenda prioritas Presiden Prabowo. Ia menilai program tersebut dapat berdampak besar bagi masyarakat desa apabila pelaksanaannya melibatkan petani, pelaku UMKM, dan koperasi lokal sebagai bagian dari rantai pasok pangan.

“Jika bahan pangan untuk program makan bergizi gratis disuplai langsung dari desa, maka perputaran ekonomi di akar rumput akan hidup. Petani lebih sejahtera, UMKM berkembang, dan masyarakat desa berdaya,” papar Ali Mustain.

Selain mengulas ekonomi desa, Ali juga menyinggung tantangan nasional seperti PHK massal, kesenjangan upah, serta pemberantasan korupsi yang perlu menjadi perhatian serius pemerintah. Ia berharap pemerintahan baru tetap istiqomah dalam membangun birokrasi bersih dan berpihak pada pekerja.

“Beberapa waktu lalu kita melihat meningkatnya kasus PHK. Karena itu, penting bagi pemerintah bersama dunia usaha untuk memastikan kesejahteraan pekerja, termasuk mendorong kenaikan UMK di daerah. Pemerintahan yang bersih dan tegas harus hadir membela hak-hak buruh,” tegasnya.

Menutup pesannya, Ali Mustain menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi harus menjadi agen perubahan dan motor penggerak kemajuan bangsa, khususnya dalam membangun kemandirian ekonomi desa dan memperkuat perekonomian rakyat kecil.

Ia menegaskan bahwa cita-cita Indonesia Emas 2045 hanya bisa tercapai jika generasi muda terlibat aktif dalam mewujudkan visi besar Astacita Presiden Prabowo Subianto, yakni mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

“Wisuda bukan akhir dari perjuangan, melainkan awal dari pengabdian. Jadilah lilin-lilin kecil yang menerangi negeri, membangun dari desa untuk Indonesia,” pungkasnya.(Bs)

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2