BERITASIBER.COM | LAMONGAN – Semangat pengabdian kepada masyarakat menjadi pesan utama dalam acara Wisuda Ketiga Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Ahmad Dahlan Lamongan yang digelar Sabtu (8/11/2025).
Acara yang berlangsung di gedung Sport Center Lamongan tersebut dihadiri oleh ratusan wisudawan dari berbagai program studi jenjang diploma, sarjana, hingga magister.
Dalam kesempatan itu, Ali Mustain, Pengurus DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bidang Buruh, Tani, dan Nelayan, menyampaikan pesan inspiratif agar para lulusan tidak berhenti berjuang setelah menyelesaikan pendidikan.
Pria yang juga berhasil menyelesaikan jenjang magister di ITB Ahmad Dahlan Lamongan ini mengajak seluruh wisudawan untuk menjadi pelopor pembangunan di desa dan berperan sebagai “lilin-lilin penerang masyarakat” yang membawa manfaat nyata melalui karya, inovasi, dan pengabdian.
“Bung Hatta pernah berpesan, obor Jakarta tak akan mampu menyalakan Indonesia tanpa lilin-lilinnya. Karena itu, saya mengajak seluruh wisudawan ITB Ahmad Dahlan menjadi lilin-lilin di desa menerangi masyarakat lewat karya, gotong royong, dan inovasi. Desa adalah masa depan ekonomi nasional,” ujar Ali Mustain dalam sambutannya.
Ali menilai, para wisudawan harus mampu menerjemahkan ilmu dan nilai-nilai keislaman dalam bentuk kontribusi nyata sesuai arah pembangunan nasional yang tertuang dalam Astacita Presiden Prabowo Subianto.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi generasi muda dengan pemerintah untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, ketahanan pangan, dan pemberdayaan masyarakat desa.
Menurut Ali, program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan berbagai kebijakan penguatan sektor pertanian yang sedang digencarkan pemerintah merupakan langkah konkret menuju kemandirian ekonomi nasional.
“Program KDMP dan ketahanan pangan yang dijalankan Kementerian Pertanian serta Kementerian Desa adalah langkah nyata memperkuat ekonomi rakyat dari bawah. Dengan membangun desa, kita sesungguhnya membangun Indonesia,” tegasny.
Ali optimistis, masa depan ekonomi Indonesia akan ditentukan oleh kekuatan desa. Ia menilai, desa memiliki potensi besar dalam sumber daya manusia, pertanian, dan industri kreatif yang bila dikelola secara modern dan berkelanjutan akan menjadi poros pertumbuhan ekonomi nasional.





