BERITASIBER.COM | LAMONGAN – Tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Lamongan dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan sejumlah ruas jalan desa tergenang air. Menyikapi kondisi tersebut, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Deket bergerak cepat melakukan langkah antisipasi demi keselamatan warga.
Pada hari ini, Selasa (13/1/2026), Wakapolsek Deket bersama Bhabinkamtibmas Desa Tukkerto, Aipda Edi Kuswoto, turun langsung ke lokasi banjir di Desa Tukkerto, Kecamatan Deket. Mereka bersinergi dengan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Deket serta perangkat desa setempat untuk memasang garis pengaman atau safety line di sepanjang titik jalan yang terdampak genangan cukup parah.
Berdasarkan pantauan di lapangan, ketinggian air yang merendam jalan poros desa bervariasi, mulai dari 10 sentimeter hingga mencapai 30 sentimeter di titik terdalam. Kondisi ini dinilai sangat membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua, karena batas antara badan jalan dan parit atau selokan menjadi tidak terlihat akibat tertutup air yang keruh.
Wakapolsek Deket menjelaskan bahwa pemasangan safety line ini merupakan upaya preventif yang krusial. Tujuannya adalah memberikan penanda visual yang jelas bagi pengendara agar tetap berada di jalur yang aman dan menghindari tepi jalan yang berpotensi menyebabkan kendaraan terperosok.
”Kami memasang tanda pembatas ini agar masyarakat, terutama yang melintas menggunakan sepeda motor, bisa mengetahui batas jalan. Air yang keruh membuat lubang jalan atau tepian parit tidak terlihat, sehingga risiko terperosok sangat tinggi jika tidak diberi tanda,” ujar Wakapolsek di sela-sela kegiatan.
Dalam kegiatan tersebut, peran aktif Bhabinkamtibmas Aipda Edi Kuswoto terlihat menonjol. Tidak hanya sekadar memasang tali pembatas, Aipda Edi juga tampak memberikan imbauan langsung kepada warga yang melintas. Ia mengingatkan warga untuk mengurangi kecepatan kendaraan saat melewati genangan air guna menghindari efek aquaplaning atau tergelincir.
”Kami bersama perangkat desa dan Satpol PP bahu-membahu memastikan keselamatan warga. Selain memasang garis pengaman, kami juga meminta warga untuk sementara waktu lebih waspada, terutama saat malam hari ketika jarak pandang terbatas,” ungkap Aipda Edi Kuswoto.
Keterlibatan perangkat desa Tukkerto dalam aksi ini juga menunjukkan kesigapan pemerintah desa dalam merespons potensi bencana. Mereka membantu mengarahkan lalu lintas selama proses pemasangan safety line dan berjanji akan terus memantau debit air secara berkala.
Selain fokus pada keselamatan lalu lintas, kehadiran aparat gabungan ini juga dimanfaatkan untuk memberikan edukasi kepada warga sekitar. Pihak kepolisian mengimbau para orang tua agar lebih ketat mengawasi anak-anak mereka. Seringkali, genangan air banjir dianggap sebagai wahana bermain oleh anak-anak, padahal arus air dan lubang yang tidak terlihat menyimpan bahaya yang mengancam nyawa.
Diharapkan dengan adanya pemasangan safety line dan kehadiran petugas di lapangan, mobilitas warga Desa Tukkerto tetap dapat berjalan lancar meski di tengah kondisi banjir, serta angka kecelakaan akibat jalan rusak atau terperosok dapat ditekan hingga nol (zero accident).
Masyarakat pun mengapresiasi langkah cepat Polsek Deket dan Pemdes Tukkerto. Keberadaan garis pembatas ini dinilai sangat membantu, memberikan rasa aman bagi warga yang terpaksa harus tetap beraktivitas menembus genangan air untuk bekerja atau sekolah.





