Lebih lanjut, Abdul Kholik menegaskan bahwa keberhasilan koperasi sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah desa, TNI, dan masyarakat. Ia optimistis, KDMP Keben dapat menjadi percontohan nasional dalam pengelolaan koperasi berbasis desa yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sementara itu, Camat Turi Rahmad Hidayat, SH., MM., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara TNI dan masyarakat. Menurutnya, pembangunan koperasi ini bukan hanya proyek fisik, melainkan simbol kebersamaan dan semangat gotong royong dalam memperkuat ketahanan ekonomi desa.

“Peletakan batu pertama ini bukan hanya simbol pembangunan fisik, tapi juga simbol semangat kebersamaan. Kami berharap koperasi ini bisa menjadi wadah untuk menumbuhkan kesadaran ekonomi kolektif dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Rahmad menambahkan, koperasi memiliki peran strategis dalam membangun sistem ekonomi yang inklusif. Dengan adanya pendampingan dari TNI dan pemerintah, masyarakat akan lebih siap mengelola usaha secara profesional dan berorientasi jangka panjang.

Antusiasme masyarakat Desa Keben terlihat tinggi sepanjang acara. Banyak warga berharap agar Koperasi Merah Putih segera rampung dan dapat menjadi wadah pengembangan ekonomi lokal, terutama bagi pelaku usaha kecil dan petani.

“Dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, kami yakin koperasi ini akan menjadi pusat kegiatan ekonomi yang maju dan berdaya saing. Mari kita jaga bersama agar pembangunan ini memberi manfaat bagi generasi mendatang,” pungkas Camat Rahmad.

Pembangunan Koperasi Merah Putih di Desa Keben menjadi bukti nyata komitmen TNI dan Pemkab Lamongan dalam memperkuat ekonomi rakyat berbasis desa. Ke depan, koperasi ini diharapkan menjadi model kolaborasi lintas sektor yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional dari akar rumput.(Bs).

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2