“Gen Z harus melek digital dan melek politik secara bersamaan. Dengan demikian, mereka dapat menjadi agen perubahan yang cerdas, kritis, dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan,” tegas politisi yang dikenal sebagai pecinta batik tersebut.

Mandat 2,7 Juta Pemilih

Kiprah Ning Lia di DPD RI tidak terlepas dari besarnya dukungan masyarakat Jawa Timur pada Pemilu 2024. Ia berhasil mengantongi 2.739.123 suara dalam pemilihan anggota DPD RI dari Jawa Timur.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Bagi Ning Lia, perolehan hampir tiga juta suara tersebut bukan sebatas capaian elektoral. Dukungan masyarakat merupakan amanah yang membawa konsekuensi untuk terus membuka ruang komunikasi, menyerap aspirasi dan memperjuangkannya dalam ruang kebijakan.

Mandat tersebut juga menjadi alasan penting bagi dirinya untuk menjaga kedekatan dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan anak muda.

Menurutnya, wakil rakyat harus mampu menjadi penghubung antara persoalan yang dihadapi masyarakat dengan proses penyusunan maupun pengawasan kebijakan di tingkat nasional.

Apresiasi bagi Tokoh Inspiratif

Sementara itu, Founder sekaligus CEO Ketik.com, Kiagus Firdaus mengatakan, 9.9 Awarding digelar sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh, mitra dan insan inspiratif di tingkat nasional maupun regional.

Para penerima penghargaan dinilai memiliki dedikasi, integritas serta kontribusi di bidang masing-masing.

Angka 9.9 dipilih karena bertepatan dengan hari lahir Ketik.com pada 9 September 2022. Angka sembilan sekaligus menjadi simbol jumlah tokoh yang menerima penghargaan dalam gelaran tersebut.

Adapun tema “Melesat Hebat” membawa semangat agar Ketik.com terus berkembang sekaligus memperluas jangkauan kepada masyarakat melalui informasi dan karya jurnalistik yang berkualitas.

Bagi Ning Lia, penghargaan Senator Penggerak Demokrasi tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas kiprahnya sebagai anggota DPD RI. Penghargaan tersebut juga menjadi pengingat terhadap tanggung jawab dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

Ia menilai demokrasi harus tetap hidup setelah pemilu berakhir. Masyarakat harus mempunyai ruang untuk menyampaikan suara dan mengawasi kebijakan, sementara generasi muda perlu didorong agar semakin aktif mengambil bagian dalam kehidupan publik.

Di sisi lain, wakil rakyat memiliki tanggung jawab untuk tetap hadir, mendengar dan membawa aspirasi masyarakat ke ruang pengambilan kebijakan. Dengan keterlibatan publik yang semakin luas, demokrasi diharapkan tidak hanya menjadi proses elektoral lima tahunan, tetapi tumbuh menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2