Selain itu, Dishub Lamongan juga mengantisipasi potensi gangguan lalu lintas akibat faktor cuaca dan kondisi lingkungan. Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Kecamatan Karanggeneng yang masih memiliki sejumlah titik rawan genangan air saat hujan. Kondisi tersebut dapat menghambat arus kendaraan, termasuk armada transportasi umum seperti layanan Trans Jatim yang melintasi kawasan tersebut.
Untuk mengantisipasi dampak genangan terhadap kelancaran lalu lintas, Dishub akan menyiagakan petugas di beberapa titik rawan. Petugas akan membantu mengatur arus kendaraan serta memastikan pengendara tetap dapat melintas dengan aman.
“Selain itu, pemasangan water barrier juga disiapkan untuk menandai area yang tergenang atau mengalami kerusakan jalan,” terangnya.
Di sisi lain, jalur alternatif juga disiapkan guna mengurai potensi kepadatan di jalur utama. Salah satu yang menjadi fokus adalah Jalur Lingkar Utara Lamongan yang kerap dimanfaatkan sebagai jalur pengalihan ketika terjadi penumpukan kendaraan di pusat kota. Pemerintah daerah memastikan kondisi sarana dan prasarana di jalur tersebut tetap optimal, termasuk rambu lalu lintas, marka jalan, dan penerangan jalan umum.
Selain memperkuat pengawasan di jalur lalu lintas, Dishub Lamongan juga menyiapkan sejumlah pos pengamanan di titik-titik strategis. Pos tersebut akan ditempatkan di beberapa lokasi penting seperti terminal penumpang, kawasan Babat yang menjadi simpul pergerakan kendaraan dari berbagai daerah, serta kawasan wisata Wisata Bahari Lamongan yang diperkirakan mengalami peningkatan kunjungan selama libur Lebaran.
“Dengan berbagai langkah persiapan tersebut, pemerintah daerah berharap arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih aman, tertib, dan lancar, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan nyaman menuju kampung halaman maupun kembali ke daerah asal setelah masa liburan berakhir,” pungkasnya.





