Disusul wisata religi Makam Sunan Drajat yang mencatat 33.646 kunjungan. Sementara itu, destinasi wisata buatan dan alam juga tak kalah diminati, seperti Goa Maharani Zoo yang dikunjungi 9.457 wisatawan serta Pantai Klayar dengan 6.851 wisatawan. Selain itu, wisata desa Pantai Kutang turut menjadi tujuan wisata meski dengan jumlah kunjungan yang lebih terbatas, yakni 459 wisatawan.
Menurut Rubikah, tingginya minat wisatawan terhadap destinasi pantura tidak terlepas dari kemudahan akses transportasi yang semakin baik. Kehadiran layanan Bus Trans Jatim Joko Tingkir dinilai memberikan dampak positif terhadap mobilitas wisatawan. Koridor IV yang menghubungkan Paciran–Bunder Gresik telah beroperasi sejak Agustus 2024, sementara Koridor VII yang menghubungkan Terminal Lamongan dengan Terminal Paciran resmi diluncurkan pada Oktober 2025.
“Transportasi umum yang terintegrasi memudahkan wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah, untuk menjangkau destinasi wisata pantura dengan lebih nyaman dan efisien,” jelasnya.
Meski destinasi pantura mendominasi, Disparbud Lamongan menegaskan bahwa potensi wisata di wilayah lain tetap memiliki daya tarik tersendiri. Di wilayah selatan, terdapat wisata sejarah Makam Nyi Andong Sari di Kecamatan Ngimbang. Sementara Kecamatan Sugiyo memiliki Wisata Edukasi Gondang Outbond (Wego), dan Kecamatan Mantup menawarkan destinasi wisata keluarga Istana Gunung Mas 27 dengan arsitektur unik perpaduan Jawa dan Tionghoa.
Dengan capaian positif selama libur Nataru 2025 ini, Pemerintah Kabupaten Lamongan optimistis sektor pariwisata daerah akan terus berkembang. Upaya peningkatan kualitas destinasi, aksesibilitas, serta promosi akan terus dilakukan guna mendorong pemerataan kunjungan wisata dan pertumbuhan ekonomi lokal.





