Sri Rahayu menjelaskan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari ketertiban dan ketepatan pelaporan Dana Desa, mulai dari SPJ, realisasi anggaran, hingga administrasi pendukung lainnya. Bahkan, Desa Moronyamplung selama ini secara konsisten menjadi juara satu penilaian administrasi tingkat Kecamatan Kembangbahu.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Kami didukung perangkat desa yang masih muda, energik, dan operator yang sigap serta trengginas. Itu yang membuat administrasi Desa Moronyamplung selalu tepat waktu dan tertib,” ujarnya.

Selain unggul dalam administrasi, Desa Moronyamplung juga terus mengembangkan pelayanan berbasis digital, yang kini telah berjalan dan memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan desa secara cepat dan efisien.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Di sisi lain, desa juga aktif menjalankan program pemberdayaan masyarakat yang berbasis aspirasi warga. Setiap kegiatan desa, kata Sri Rahayu, merupakan hasil penjaringan aspirasi masyarakat melalui Musyawarah Desa (Musdes).

Beberapa program pemberdayaan yang telah berjalan antara lain pengembangan keterampilan anyaman tikar, edukasi pembuatan batik eco print, hingga penguatan kelompok tani. Kelompok tani di Moronyamplung tidak hanya berperan dalam distribusi pupuk kepada petani, tetapi juga melakukan pembelian hasil panen, sehingga membantu menjaga stabilitas harga dan kesejahteraan petani.

“Penghargaan ini bukan tujuan akhir, tetapi motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Prestasi Desa Moronyamplung ini diharapkan menjadi contoh bagi desa-desa lain di Lamongan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang profesional, partisipatif, dan berorientasi pada kesejahteraan warga.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2