Kemudian, penyusunan regulasi Mas Jaka, edukasi dan pendampingan mitigasi risiko kebakaran, simulasi kebakaran kawasan sumbu filosofi, CSR sarpras sistem proteksi kebakaran lingkungan. Serta pembangunan jaringan hidran kering di kawasan penyangga sumbu filosofi dan pembangunan pos damkar di kawasan sumbu filosofi.
“Mas-Jaka baru berproses dan belum diluncurkan resmi. Rencana September nanti,” ungkap Taokhid.
Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan dan Inspeksi Dinas Damkarmat Kota Jogja menyampaikan, pencegahan kebakaran pada gedung-gedung juga dilakukan. Terlebih pada gedung yang masuk kategori menengah atau memiliki 4-9 lantai
Aswan menyebut, upaya pencegahan dilakukan petugas melalui kegiatan inspeksi proteksi kebakaran. Adapun pada tahun ini target inspeksi diharapkan dapat menyentuh 40 gedung kategori menengah.
“Selama berjalannya inspeksi, secara kelengkapan peralatan (pencegahan kebakaran) bisa dikatakan 90 persen mempunyai, tapi memang untuk keberfungsian banyak yang bermasalah,” bebernya. (WR)
Editor : Achmad Bisri
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.com






