“Kami mengedepankan langkah preventif dan humanis. Masyarakat yang selesai menonton kami arahkan untuk langsung pulang dan tidak melakukan konvoi atau berkumpul yang dapat memicu gangguan kamtibmas,” jelasnya.
Kapolsek juga mengajak masyarakat, khususnya para pemuda, untuk ikut menjaga kondusivitas wilayah. Menurutnya, keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat.
Ia meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi apabila terjadi persoalan di jalan. Apabila menemukan adanya potensi gangguan keamanan, masyarakat diimbau segera melapor kepada petugas kepolisian agar dapat ditangani sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
“Kami berharap situasi kamtibmas tetap terjaga aman, kondusif, sejuk dan damai. Dengan kondisi yang aman, masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan nyaman dan tenang,” kata Joko.
Pengamanan dan penyekatan tersebut juga menjadi bentuk komitmen Polsek Solokuro dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas yang muncul setelah kegiatan masyarakat dengan jumlah peserta yang cukup banyak.
Dengan adanya pengaturan arus kepulangan dan imbauan kepada penonton, diharapkan tidak terjadi kerumunan maupun gesekan antarpemuda. Masyarakat yang telah selesai menikmati hiburan pun dapat kembali ke rumah masing-masing dengan aman.
Polsek Solokuro memastikan akan terus melakukan langkah-langkah preventif dalam menjaga keamanan wilayah, terutama pada kegiatan masyarakat yang berpotensi mengundang konsentrasi massa. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang aman serta mendukung aktivitas warga tanpa adanya gangguan kamtibmas.
Kegiatan penyekatan di pertigaan Dusun Petiyin, Desa Takerharjo, tersebut berlangsung sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban pascakegiatan orkes melayu Monata. Kepolisian berharap seluruh masyarakat dapat ikut berperan menjaga suasana tetap aman, tertib, sejuk, dan damai.





