Belum lagi, uang yang digunakan untuk membetulkan pasar masih belum ada.
“Soalnya, sebelumnya, banyak persoalan pasar yang tidak segera dibetulkan,” tuturnya.
Oleh karena itu, bupati mengimbau warga Jember, khususnya para pedagang pasar untuk bersabar.
“Nanti akan kami tata secara bertahap. Tidak perlu terburu-buru, kita mulai dengan bersih-bersih pasar lebih dulu,” tegasnya. Bahkan hingga saat ini, sudah ada banyak pasar yang menjalankan program Wes Wayahe Jember Resik.
Dengan program ini, pemerintah lebih dulu menata jalan dengan menata para pedagang di luar pasar. “Nanti, baru dipindah jika ada tempat yang layak untuk ditempati di dalam pasar,” paparnya.
Dalam kegiatan ini, pihaknya juga membersihkan selokan agar tak menimbulkan genangan saat musim hujan tiba. Dengan begitu, para penjual dan pembeli dapat beraktivitas dengan nyaman.
Lebih lanjut, sambil menunggu realisasi pembangunan, bupati mengajak setiap pedagang untuk menjaga kebersihan Pasar Kalisat. “Buat tempat jualan bapak ibu sekalian supaya membuat banyak pembeli tertarik untuk membeli di tempat anda masing-masing,” tandasnya.





