Menurut Umar, pola penyaluran tersebut diharapkan dapat membantu memastikan ketersediaan beras tetap terjaga sekaligus merespons kebutuhan konsumen pada waktu dan lokasi yang diperlukan.

“Kami hadir. Kami siapkan 200 ton beras premium untuk mengisi pasar. Selanjutnya kami akan terus pantau kebutuhan masyarakat dan memastikan pasokan tetap berjalan,” tegasnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Selain menyiapkan tambahan pasokan, BULOG Cabang Bojonegoro terus memantau perkembangan stok, harga, dan distribusi beras di tiga kabupaten yang menjadi wilayah kerjanya. Koordinasi juga dilakukan bersama pemerintah daerah, Satgas Pangan, jaringan ritel, pelaku usaha pangan, serta pemangku kepentingan lainnya.

Koordinasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan informasi mengenai kondisi pasar dapat diperoleh secara cepat. Dengan demikian, langkah distribusi maupun penguatan pasokan dapat disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing wilayah.

BULOG juga berharap masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan terhadap ketersediaan beras. Pemantauan akan terus dilakukan seiring dengan perkembangan harga bahan baku dan permintaan konsumen.

“Masyarakat tidak perlu khawatir. BULOG akan terus hadir menjaga ketersediaan dan memastikan beras dapat diakses masyarakat,” pungkas Umar.

Dengan penyiapan 200 ton beras premium tersebut, BULOG Bojonegoro menegaskan upayanya untuk menjaga kesinambungan pasokan di wilayah Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan. Penyaluran secara bertahap diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen untuk merespons kebutuhan pasar sekaligus menjaga ketersediaan beras bagi masyarakat di tengah perubahan harga bahan baku.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2