Selain menyegarkan struktur, PDI Perjuangan juga mulai menggeser pola komunikasi politiknya. Agus menginstruksikan seluruh kader baru untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi dan aktif mengemas kerja-kerja kerakyatan melalui media sosial.
“Pola pikir anak muda saat ini sangat dipengaruhi oleh lanskap digital. Maka, struktur partai harus akrab dengan media sosial. Semua agenda advokasi dan kerja nyata untuk rakyat wajib dipublikasikan. Partai tidak hanya bicara berebut kekuasaan, tapi juga tentang memberikan edukasi politik yang sehat,” tambahnya.
Tidak berhenti di tingkat kecamatan, PDI Perjuangan Lamongan langsung tancap gas melakukan ekspansi struktur hingga ke akar rumput. Target berikutnya adalah merampungkan perekrutan kader militan di 462 desa dan 12 kelurahan di seluruh penjuru Lamongan.
Dengan soliditas kader muda dan penguatan struktur yang masif, Agus optimistis PDI Perjuangan tidak hanya mampu mendominasi Pemilu Legislatif 2029, tetapi juga membuka peluang besar untuk mengamankan kursi di Pilkada Lamongan.
“Tidak ada yang tidak mungkin selama kita terus berjuang dan solid. Jika perolehan suara PDI Perjuangan di Lamongan melesat, kita dipastikan bisa berperan aktif dan strategis dalam kontestasi Pilkada 2029,” pungkas Agus sembari berpesan agar seluruh pengurus baru langsung turun ke masyarakat untuk bergotong royong.





